Rakyat bukanlah sesuatu yang harus didengarkan.
Negara ini butuh diktator yang baik hati.
Simpan kembali ideologi kelompokmu.
Sembunyikan kembali bendera partai-partai.
Sebab rakyat adalah gerombolan yang bodoh dan lemah.
Bahkan hingga akhir zaman.

Harusnya negara ini menjadi tirani.

Rakyat adalah tempat pengembalian.
Rakyat adalah tempat sampah.
Walau sisa yang diberi, tapi jamin habis dilahap mereka.
Saat kau berpikir siapa rakyat, kau adalah rakyat.
Saat kau mengeluh, kau jelas rakyat.
Saat kau memiliki ide untuk bisa meningkatkan rakyat, kaupun masih rakyat.
Tapi saat kau memiliki kemampuan untuk menguasai rakyat, jangan harap kau sama dengan rakyat yang mereka sebut-sebut.
Ke sanalah kau dan kawan-kawan kau harus menjadi. Seorang yang dapat menguasai rakyat.
Kuasai mereka. Buat mereka bahagia. Buat mereka percaya. Buat mereka memilihmu.
Memang apalagi yang akan mereka minta. Saat kau dapat membuat mereka melihat apa yang mereka ingin lihat niscaya mereka akan diam.

Kawan, harusnya negara ini menjadi tirani.

Mendikte bukan hanya berarti berbicara, tapi juga mendengarkan.
Menguasai bukan hanya berarti mengikat, tapi juga menjaga.

Saya mencintai demokrasi sebagaimana saya mencintai hari minggu.
Dan pula saya mencintai monarki sebagaimana saya mencintai hari-hari lainnya.

Jakarta, 28 Agustus 2011